5 Cara Sederhana dan Praktis Budidaya Jintan Hitam (Habbatussauda) di Kebun


Habbatussauda ialah nama lain dari biji jintan hitam yang asal dari tanaman berbunga tahunan bernama Nigella sativa dari keluarga Ranunculaceae, tanaman asli Asia Selatan serta Asia Barat. Di negara asalnya, jintan hitam sering digunakan sebagai bumbu penyedap serta pengawet alami untuk masakan India serta Timur Tengah. Jintan hitam memiliki rasa serta aroma khas pahit-pedas seperti kombinasi bawang merah, lada hitam, serta oregano. Biji jintan hitam agak keras, berbentuk limas ganda dengan kedua ujungnya meruncing, limas yang satu lebih pendek dari yang lain, bersudut 3 -4 dengan panjang 1,5-2 mm, lebar lebih kurang 1 mm permukaan luar berwarna hitam kecoklatan, hitam kelabu hingga hitam, berbintik-bintik, kasar, berkerut, terkadang dengan beberapa rusuk membujur ataupun melintang. Berikut cara budidaya jintan hitam untuk Anda, yang dikutip dari faunadanflora.com dan hellosehat.com :

Baca Juga :
Lahan Tanam

Bersihkan gulma ataupun tanaman pengganggu lainnya yang ada di lahan tanam, selanjutnya tanah bagian atas (top soil) digemburkan dengan cara dicangkul hingga kedalaman 20-30 cm serta dibalikkan hingga bagian bawah berada di permukaan. Sesudah itu, diamkan tanah selama seminggu supaya proses aerasi berjalan dengan baik. Sesudah dibiarkan selama seminggu, kerjakan pemupukan dasar pada tanah dengan menggunakan pupuk organik (berupa kotoran ayam ataupun kambing) sebanyak 6-8 ton/ha. Selanjutnya, buatlah bedengan yang disesuaikan kontur tanah supaya tak terjadi penggenangan air. Bedengan bisa dibuat dengan ukuran lebar 1-1,5 m, tinggi 25-30 cm serta panjang disesuaikan kontur tanah dengan jarak ideal antar bedengan 25-30 cm. Kemudian, buatlah lubang tanam dengan jarak tanam 20×20 cm.

Pembibitan

Perbanyakan bibit jintan hitam bisa dikerjakan melalui Biji. Biji dikeringkan terlebih dahulu selama beberapa hari, Sesudah itu direndam selama dua jam untuk mempercepat masa dormansi. Selanjutnya, semaikan biji dengan ditaburkan ke bedeng persemaian. Biji sebaiknya di sebar tak terlalu rapat supaya bisa tumbuh dengan baik. Umumnya Sesudah 10-14 hari, biji Jintan sudah menjadi bibit yang siap dipindahkan ke polybag. Media tanam yang bisa digunakan bisa berupa campuran tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 4:1 ataupun 4:2. Bibit sudah siap ditanam jika sudah berumur 3-4 minggu dengan tinggi 8-10 cm serta memiliki akar yang relatif lebih banyak.

Penanaman

Sesudah semuanya siap, segera kerjakan penanaman. Lepaskan polybag bibit jintan hitam dengan hati-hati supaya tak merusak media serta perakaran bibit tersebut. Sesudah itu, letakkan bibit ke dalam lubang tanam serta timbun kembali lalu sedikit padatkan supaya tanaman berdiri tegak. kerjakan penyiraman seperlunya.

Pemeliharaan

Kerjakan penyiraman secukupnya saja, jika terlalu banyak air akan membuat akar tanaman membusuk serta jika kurang air, tanaman akan kering. Penyiraman tanaman dihentikan jika tanaman telah berbunga serta terbentuk kelopak hingga tanaman mengering. kerjakan pula penyiangan pada gulma ataupun tanaman pengganggu lainnya yang ada di sekitar tanaman jintan hitam. Jika tanaman jintan terserang hama serta penyakit, bisa dikerjakan penanganan menggunakan pestisida nabati.

Pemanenan

Pemanenan jintan hitam bisa dikerjakan saat bagian bawah Jintan hitam mulai kering serta kulit bijinya sudah kekuningan. Pemanenan ini dikerjakan dengan cara memotong bagian bawah tanaman serta mengikatnya. Hasil panen dikeringkan serta dibolak balik sehingga bijinya rontok. Biji yang telah keluar dari cangkang (kulit) diayak supaya terpisah dari bahan lain. Biji yang telah diperoleh bisa diolah sebagai bahan obat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama